Updated : Sep 07, 2019 in Raket

Leo Rolly Carnando dan Indah Cahya Sari Jamil yang Diunggulkan


Tim bulutangkis Junior Indonesia secara ajaib memenangkan dua gelar kejuaraan di kejuaraan Badminton Asia Junior pada 2019 sesudah mengalahkan lawan-lawan mereka di dalam pertandingan terakhir yang diadakan hari ini, Minggu (28 Agustus 1919) di Suzhou, Cina. Dua wakil yang selamat ke final di sektor ganda campuran dan ganda putra sukses mengoptimalkan hasil. Dari sektor ganda campuran, nomer dunia Leo Rolly Carnando / Indah Cahya Sari Jamil, yang ditaruh pertama, mengalahkan pasangan tuan tempat tinggal Feng Yan Zhe / Lin Fang Ling dengan pertandingan kit karet dengan skor 16-21 22-20 22-20 .

Selanjutnya, petenis nomer tiga dunia di sektor ganda putra mengalahkan Daniel Marthin / Leo Rolly Carnando, yang menyita area ke-2 di final, pasangan tuan tempat tinggal ke-2 yang merupakan unggulan paling baik Di Zi Jian / Wang Chang melalui pertandingan kit karet dengan skor 21-9 15 21-21 21-19. Keberhasilan memenangkan dua gelar ini luar biasa gara-gara melampaui target dan dicapai di dalam sangkar harimau. Keberhasilan tim junior ini adalah modal Indonesia untuk inovasi di masa depan. Indonesia memenangkan dua gelar di Kejuaraan Junior Asia, Minggu (28/7) pada th. 2019 di Pusat Olahraga Olimpiade Suzhou, Cina, sesudah Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin mematahkan oposisi ganda di tempat tinggal Di Zi Jian / Wang Chang, 21 -9, 15-21 dan 21-19 di dalam 58 menit.

Indonesia dan Cina share gelar di turnamen ini dengan gelar ini. Tiongkok memilih kuantitas ganda putri dan ganda putri. Sementara Thailand memenangkan gelar di tunggal putra. Sebelumnya, ganda campuran Indonesia Leo Rolly Carnando / Indah Cahya Sari Jamil adalah yang paling baik sesudah ia mematahkan lawan Feng Yan Zhen / Lin Fang Ling (Cina) dengan skor 16-21, 22-20, 22-20. “Gelar ini benar-benar artinya bagi kami. Dapat sebabkan nama orang Indonesia bangga. Karena kita adalah AJC terakhir kita dan lantas di senior, kita juga akan bercerai. Tidak tersedia kembali mitra, “kata Indah di situs resmi PBSI, Minggu (28/8/2012).” Salah satu perihal yang sebabkan kita bersemangat adalah kebanggaan yang bermain di kandang lawan. Jadi rasanya layaknya aku laksanakan yang terbaik, “Leo melanjutkan.

Persaingan di dalam 79 menit, pertandingan ini tidak diragukan kembali tidak memadai gampang untuk dilewati Leo / Indah. Mereka harus ketinggalan 0-7 di pertandingan pertama hingga akhirnya mereka kalah 16-21. Leo / Indah, yang datang di game dua, juga tidak dapat langsung mengontrol game. Mereka tertinggal di belakang lawan hingga 18-20. Namun tanpa dikira Leo / Indah sukses mencuri empat poin untuk menang 22-20. Dalam pertandingan krusial, Leo / Indah, yang udah unggul 15-9, memang menjadi 15-15. Ketika dia menang 20-19, Leo / Indah harus mengingat kemenangan kembali gara-gara itu serupa dengan 20-20. Kemudian Leo / Indah kembali memenangkan satu poin, sebabkan mereka unggul 21-20. Di posisi match point, Leo / Indah harus jatuh bangun untuk berburu daun jendela di sudut kanan trek. Leo apalagi harus jatuh ketika coba raih pesawat ulang-alik. Untungnya lawan tidak dapat benar-benar berikan Leo pukulan.

“Poin terakhir adalah posisi itu tidak normal, sempit hingga ujung lapangan. 90 % selayaknya mati, tidak tersedia gunanya bagi kita. Lalu aku ingat intinya, yang terpenting adalah bola kembali. Maka lawan Anda mungkin tegang atau semacamnya. “Aku tidak tahu. Lawan akan mati sendirian,” Leo menjelaskan. “Itu adalah karunia Tuhan. Semuanya adalah kebolehan Tuhan. Dari sana, aku makin yakin bahwa semuanya adalah berkat Tuhan. Aku tidak berpikir poin terakhir dapat bekerja untuk kita. Aku menyerahkan seluruh nya kepada Tuhan,” kata Indah Kemenangan Leo / Indah sukses raih target awal PBSI untuk memenangkan gelar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *