Updated : Sep 06, 2019 in F1

Red Bull Siap Dominasi


Setelah cuti seminggu di F1 untuk memperoleh ulang kekuasaan sehabis seri F1 “Triple Header” atau balapan F1 sepanjang tiga minggu yang melelahkan berturut-turut, akhir pekan ini F1 menyelenggarakan seri kesebelas musim yang terjadi di Jerman, Hockenheim. Sirkuit ini adalah sirkuit yang memadai terkenal oleh pembalap dan penggemar F1, sebab sirkuit ini sudah lama memegang F1, tepatnya terhadap th. 1970. Sirkuit ini sudah mengalami lebih dari satu perubahan. Sirkuit Hockenheim asli dibangun terhadap th. 1939 dan dikenal sebagai sirkuit konfigurasi berkecepatan tinggi sebab terdiri berasal dari trek lurus dan belokan cepat yang panjang. Pada th. 2002 sirkuit ini dirancang ulang oleh Hermann Tilke dan menghasilkan sirkuit Hockenheim yang kita kenal sekarang.

Didesain ulang sebab sirkuit lama (dengan tiga trek lurus melalui hutan dipisahkan oleh chicane) diakui berbahaya dengan patung yang tidak aman. Selain itu, trek lurus ini diakui sebagai “siksaan” berasal dari mesin mobil F1, yang dapat sebabkan rusaknya mesin dan transmisi. Sirkuit ini senantiasa menjanjikan banyak kelulusan. Sudut yang lebih disukai untuk menyalip adalah di jepit rambut di tikungan keenam, cocok dengan jalan yang pas ditambah aktivasi DRS. Musim ini, sirkuit Hockenheim dikenakan zona aktivasi DRS tambahan dua sampai tiga. Penambahan zona aktivasi DRS terjadi di trek terasa / selesai lurus. Cukup menarik. Berbicara dengan dokter Jerman pasti tidak sanggup dipisahkan berasal dari pengendara sepeda tamu. Jerman dikenal sebagai pabrikan pembalap berbakat di dunia balap mobil. Sebut saja yang termudah, juara dunia F1 tujuh kali, Michael Schumacher, diikuti oleh Sebastian Vettel, Nico Rosberg, Nico Hulkenberg dan banyak lagi. Musim ini cuma tersedia dua pembalap berasal dari Jerman, Vettel dan Hulkenberg.

Khusus untuk Vettel, sirkuit Hockenheim cuma berjarak 45 km berasal dari daerah kelahirannya Heppenheim. Tetapi meskipun ini adalah sirkuit yang keluar seperti tempat tinggal bagi Vettel, dia tidak dulu berdiri di panggung tertinggi seri di sirkuit Hockenheim. Vettel dulu memenangkan gelar GP Jerman sekali, tapi kemenangan berkunjung di sirkuit Nurbugring terhadap 2013. Sementara di Hockenheim, Vettel tidak dulu tempati peringkat dua teratas. Ferrari berkunjung ke Hockenheim dengan optimisme besar sehabis menang di Silverstone dua minggu lalu. Mereka pas ini memiliki paket mesin terbaik, lebih tidak tebal berasal dari Mercedes. Apalagi di posisi Vettel sukses unggul delapan poin berasal dari Hamilton. Ini paham merupakan semangat keceriaan untuk kuda jingrak.

Tim yang optimis dengan hasil bagus lainnya adalah Red Bull. Mereka percaya bahwa mereka dapat menang di sirkuit ini sehabis disiksa di Silverstone sebab kekurangan mobil dibandingkan dengan Ferrari dan Mercedes. Sirkuit Hockenheim amat kompatibel dengan mobil Red Bull yang pas ini memiliki paket sasis dan aerodinamis terbaik. Mereka diinginkan jadi amat kuat di sektor paling akhir berasal dari siklus ini. Sesi pelatihan gratis kemarin adalah pertama kalinya bahwa generasi terbaru mobil F1 yang lebih besar, lebih cepat dan dengan aspal tinggi mengenai aspal di sirkuit Hockenheim. Dua pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, masing-masing memiliki satu dan dua sesi latihan gratis kemarin. Keduanya sedikit lebih baik daripada Lewis Hamilton. Keunggulan mereka tidak sampai 0,100 detik berasal dari pembalap Mercedes.

Sirkuir Hockenheim, yang bergantung terhadap downforce, amat kompatibel dengan mobil RB14. Buktinya, Red Bull seperti dewa di sektor pertama dan ketiga. Kedua sektor sanggup menutupi kekurangan di sektor menengah, yang lebih bergantung terhadap tenaga mesin dan kehilangan 0,2 detik di sana. Waktu tercepat dan sekaligus lap tercepat di sesi latihan bebas kemarin ditekan oleh Max Verstappen dengan pas 1 menit 13.085 detik. 0,026 detik dipisahkan oleh Lewis Hamilton di daerah kedua. Menariknya, sektor pertama dan ketiga relatif serupa pada ke dua pembalap. Verstappen beralasan bahwa dia agak jengkel sepanjang putaran. “Pangkuan saya agak terganggu, saya terjebak kemacetan,” kata Max, yang dikutip oleh F1 resmi lebih dari satu pas lalu.

Pada akhir pelatihan gratis kedua, Max Verstappen memiliki masalah dengan mobilnya sebab kebocoran kecil di bagian oli, dan untungnya masalah itu sanggup diselesaikan dengan cepat. Verstappen sendiri mengakui bahwa Red Bull pas ini adalah mobil tercepat, tapi ia masih perlu menyaksikan apa yang terjadi terhadap hari Sabtu. “Untuk pas ini kita (tercepat). Mari kita menyaksikan apa yang dapat terjadi besok, pasti saja jikalau mereka menghidupkan mesin lebih kuat. Mobil tidak sebagus yang saya harapkan, sebab saya berharap itu dapat baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *