Updated : Sep 07, 2019 in Raket

Sektor Ganda Putra dalam World Championships 2019


Ganda putra Indonesia diselamatkan dengan mempertahankan reputasi Indonesia di dunia bulutangkis. Ini dibuktikan dengan keberhasilan sektor ganda putra, memenangkan Piala Dunia oleh Turnamen Kejuaraan Dunia BWF 2019, yang diselenggarakan di St.Jacobshalle Basel, Swiss. Sebagai hanya satu wakil Indonesia yang tersisa di babak final, Minggu (25/6/2019), unggulan ke-2 dunia itu mengalahkan Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan, yang berada di posisi keempat, pasangan ke-12 yang ditaruh Takuro Hoki / Yugo Kobayashi dari Jepang di posisi kedua. cocok, yang mengakhiri set karet dengan skor 25-23 9-21 21-15. Dengan kemenangan ini, Hendra / Ahsan mengimbuhkan kelebihan 2-0 terhadap lawan mereka berdasarkan Head to Head. Pada pas yang mirip menaruh rekor tak terkalahkan di Piala Dunia yang diikuti. Hasil piala dunia Hendra / Ahsan yang diikuti sebelumnya adalah terhadap 2013 dan 2015, di mana mereka sukses menjadi juara.

Secara umum, hasil tim bulutangkis Indonesia yang memenangkan satu gelar dan dua semi finalis bagus, dikarenakan mereka masih bersamaan dengan obyek memenangkan satu gelar. Namun, kami dengan tulus meminta bahwa sektor lain, yaitu tunggal putra, ganda campuran dan tunggal perempuan untuk menaikkan kinerja mereka, menatap Olimpiade Tokyo 2020 untuk mempertahankan rutinitas memenangkan medali, khususnya medali emas. Terus berjuang dan meminta Anda lebih sukses di era depan. Awal pekan depan, selebritis badminton dunia dapat dimanjakan dengan permainan prestise yang mengasyikkan, yaitu Piala Dunia Bulu Tangkis terhadap 2019. Piala Dunia Bulu Tangkis tahun ini dapat diselenggarakan di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.

Kompetisi Piala Dunia ini berlangsung dari 19-25 Agustus. Sektor ganda putra dapat menjadi fokus utama dan meminta untuk memenangkan medali emas Piala Dunia 2019. Seperti yang udah kami lihat, sektor ganda putra di Indonesia selamanya sanggup berikan makan pemain bulutangkis yang baik dari tiap tiap generasi. Alhasil, lagu ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon diperkirakan dapat menduduki podium tertinggi turnamen. Herries Iman Pierngadi, yang terima tantangan ini dari PBSI, mengaku optimis dan yakin bahwa timnya sanggup memenangkan emas sepanjang Piala Dunia tahun ini.

“Seperti biasa, obyek ganda pria selamanya fokus terhadap tuan. Ini adalah tantangan bagi saya, tetapi itu tidak dapat menjadi masalah bagi para pemain, “kata Herry Ip lewat situs formal PBSI. Melihat hasil imbang menarik barangkali bahwa Indonesia dapat memenangkan seluruh final Indonesia, mirip seperti tempo hari di Indonesia Open dan Jepang Terbuka, “katanya. dengan hasil undian kali ini dikarenakan tiga pria Indonesia ganda, yaitu Kevin / Marcus, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan, harus saling berhadapan di bagian atas lotre, sedangkan Berry Angriawan / Hardianto bertarung sendirian di bagian bawah. Karena ada tiga pasangan di undian teratas. Hasil undian memang sedikit tidak cukup baik untuk kita. Tetapi pemain Jepang dan Cina sama, seluruh pemain mereka berkumpul di garis bawah, “kata Herry.” Semoga kami sanggup memenangkan gelar, aku selamanya optimis dikarenakan hasil kemarin. “Kami sanggup memenangkan gelar di dua kejuaraan besar. Saya sebagai pelatih harus optimis,” lanjut Herry.

Melihat kinerja sepanjang Piala Dunia sebelumnya, Hendra / Ahsan udah dua kali sukses menjadi juara dunia, yaitu terhadap 2013 dan 2015. Meskipun Kevin / Marcus udah dewasa sejak 2015, ia belum sanggup memenangkan gelar. Untuk alasan ini, Herry IP meminta bahwa Kevin / Marcus dapat sanggup mengendalikan emosi pas beradu di lapangan. Herry tidak dambakan keingintahuan ini menjadi bumerang bagi Kevin / Marcus. “Salah satunya harus mengendalikan emosinya. Emosi dambakan menguasai. Karena ini adalah kejuaraan penting yang belum mereka menangkan. Mereka terlampau dambakan sanggup menang, menjadi mereka harus sanggup mengendalikan diri, “kata Herry IP. Jadi tujuannya sanggup tercapai. Setiap kali Anda bermain, jangan terlampau yakin diri, anggap itu turnamen normal. Karena ini adalah kinerja yang tidak dulu mereka raih. Mereka terlampau bersemangat, “kata Herry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *